Hay.... Datang terus yach

Kamis, 06 Mei 2010

Jangan Pernah Berhenti!


Di depan rumah kami, biasanya tiap waktu-waktu tertentu lewat penjaja makanan, jamu gendong atau orang yang menawarkan jasa lainnya. Ada jasa perbaikan sepatu, sandal, payung, jasa perbaikan pompa air, jasa pembersihan taman dan banyak lagi. Tidak ketinggalan orang-orang yang menawarkan hiburan seperti pengamen, topeng monyet atau sulap.

Yang menarik bagi saya adalah bahwa mereka setiap hari bahkan setiap saat berkeliling menawarkan barang atau jasanya, ke setiap rumah, tanpa kenal lelah dan tidak pernah berhenti. Padahal saya yakin bahwa mereka tidak selalu diterima di setiap rumah. Bahkan mungkin sebaliknya, yang mereka terima lebih banyak penolakan, pengusiran, bahkan tidak sedikit cacian. Mereka tidak kenal menyerah dan tidak pernah berhenti.

Saya teringat ungkapan Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : ‘never give up’ (jangan pernah berhenti).

Sebagai seorang trainer, banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder. Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal ‘T’ yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.

Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.

Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

Di kantor kami ada seorang pramu taman sekaligus office boy yang selalu bekerja dengan senyum dan tampak tidak pernah meratapi pekerjaannya yang berat. Saya sudah mengenalnya lebih dari 5 tahun, ketika saya tanya bagaimana ia menjalani pekerjaan berat yang mungkin banyak menerima tugas-tugas rumit sebagai pesuruh kantor, ia justru bilang,

”Pak, justru saya merasa sangat senang bekerja disini. Saya bisa membantu menyelesaikan permasalahan banyak orang, meringankan beban para karyawan. Saya sangat senang ketika mereka juga merasa nyaman bekerja disini.”

Saat menunggu kapal di pelabuhan atau sedang menunggu bis berangkat, saya selalu memperhatikan penjual koran, tukang semir, pedagang asongan, mereka adalah orang-orang yang tidak pernah mudah menyerah. Mereka tidak gentar dengan penolakan. Terus bergerak, menawarkan dan terus menawarkan. Tidak pernah berhenti.

Sebagaimana seorang pendaki yang tidak akan berhenti sebelum mencapai puncak, sebagaimana pembalap yang selalu ingin mencapai finis maka jangan berhenti sebelum mencapai apa yang menjadi harapan dan cita-cita Anda.

Jika mencari guru, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita. Dan dari mereka inilah pelajaran atas pidato inspiratif Winston Churchill justru kita peroleh. Jangan menyerah

Biarkan Dunia Mengenangmu

Dalam sebuah cerita klasik Cina dikisahkan bahwa ada seorang tua yang bekerja sebagai petani berhasil memindahkan bukit agar bisa dipakai anak-anaknya untuk berjalan.

Setiap hari ia memindahkan dua keranjang pasir yang diambil dari sebuah bukit dan diletakkan di tanah kosong. Dia melakukannya setiap hari sejak muda. Sehingga pada saat dia tua bukit itu sudah bisa dilalui anak-anaknya. Pak tani itu telah mencatatkan namanya dalam sejarah cerita di dunia.

Insan mulia, seorang pemenang menyadari bahwa cita-cita yang tinggi bukan sebuah kemustahilan untuk dicapai bila sedikit demi sedikit meraihnya.

”Bukit” mana yang perlu Anda pindah? Sehingga seluruh manusia di dunia akan mengenang Anda dan mencatatkannya dalam sejarah.

Sebuah tantangan menarik jika kita melihat Daftar 100 orang Paling Berpengaruh di Dunia yang disusun Michael Hart atau Daftar Penemu-penemu Ilmu Pengetahuan yang tercantum dalam buku-buku ensiklopedi atau Rangkuman Pengetahuan Umum. Disana belum ada nama kita kan? Pertanyaannya adalah bagaimana dunia akan mengenang nama kita sebagaimana pak tani dari Cina yang memindahkan bukitnya. Jika;

Karena James Watt

Dunia mengenal Mesin uap

Karena Nicolaus Otto

Dunia mengenal Mesin 4 tak

Karena Rudolf Diesel

Dunia mengenal mesin diesel

Karena Johannes Guttenberg

Dunia mengenal mesin cetak Adalah

Karena Christopher Sholes

Dunia mengenal Mesin ketik

Karena C. Marconi

Dunia mengenal Radio

Karena J.L. Baird & C.F. Jenkins

Dunia mengenal Televisi

Karena Samuel F.B. Morse

Dunia mengenal Telegrap

Karena Alexander Graham Bell

Dunia mengenal telepon

Karena Michael Faraday

Dunia mengenal Dinamo

Karena Williarn Sturgeon

Dunia mengenal Elektromagnet

Karena Thomas Alva Edison

Dunia mengenal Bola lampu

Karena Volta

Dunia mengenal Batu baterai

Karena Galileo Galilei

Dunia mengenal Termometer

Karena Robert Boyle, John Walker

Dunia mengenal Korek api

Karena Robert Fulton

Dunia mengenal Kapal api

Karena Cornelius van Drebbel

Dunia mengenal Kapal selam

Karena Wilhelm Conrad Rontgen

Dunia mengenal Sinar Rontgen

Karena Louis Jacques Monde da Guerre & Edwin Land

Dunia mengenal Kamera

Karena Wilbur dan 0. Wright

Dunia mengenal Pesawat terbang

Karena Benyamin Franklin

Dunia mengenal Lensa kaca mata

Karena Gottlich Daimler

Dunia mengenal Mobil

Karena Nikola Tesla

Dunia mengenal Motor

Karena Bung Karno

Dunia mengenal pancasila

Karena Munir

Dunia mengenal Kontras

Karena Adnan Buyung Nasution

Dunia mengenal LBH

Karena Bill Gates dan Paul Allen

Dunia mengenal Microsoft

Karena ada Andrew Grove

Dunia mengenal Intel

Karena ada Colonel Sanders

Dunia mengenal KFC

Karena ada Chung Ju Yung

Dunia mengenal Hyundai

Karena ada Wiliam Soerjadjaja

Dunia mengenal Astra

Karena Jonathan L Parapak

Dunia mengenal Indosat

Karena Puerdi Chandra

Kita mengenal Primagama

Karena Ary Ginanjar Agustian

Kita mengenal ESQ Way 165

Karena Arifin Ilham

Kita mengenal Indonesia Berdzikir

Karena AA Gym

Kita mengenal Manajemen Qolbu

Karena Dale Carnegei

Dunia mengenal How to Win Friend

Karena Stephen Covey

Dunia mengenal Seven Habits

Karena Daniel Goleman

Dunia mengenal Kecerdasan Emosional

Karena Iwan Gayo

Dunia mengenal Buku Pintar

Karena Ibnu Sina

Dunia mengenal Ilmu Kedokteran

Karena Anda, dunia mengenal apa?

Merasa Kaya - Memotivasi diri untuk selalu bersyukur


Kaya dan Miskin
Kaya - Dalam terminologi umum dan makna bahasa sehari-hari diartikan sebagai orang yang memiliki kapasitas harta yang banyak dan seba kecukupan kebutuhan materi-nya. Dan makna Miskin diartikan sebagai orang yang serba kekurangan dalam hal materi.

Orang-orang kaya - dalam budaya sehari-hari cenderung dilabeli sebagai orang2 yang memiliki derajad dan martabat lebih baik, lebih dihormati, lebih dihargai dibandingkan golongan orang-orang miskin, dan ini sangat nyata terlihat, bisa dilihat ekspresi orang-orang ketika sedang berbicara dengan orang kaya dan perbedaanya ketika sedang berbicara atau berinteraksi dengan orang miskin.

Oleh karena faktor-faktor tersebut di atas maka umumnya orang berusaha menjadi orang yang lebih kaya dan menjauhi kemiskinan, dan ini sangat manusiawi berdasarkan dari nalar logis bahwa memiliki sesuatu yang lebih adalah lebih baik dari pada kurang.

Bersyukur terhadap apa yang dimiliki
Inti dari keberadaan manusia di dunia adalah kesadaran (kalau sedang tidur atau pingsan, apapun yang dimiliki tidak ada bagi si jati diri) , dan inti dari kesadaran adalah rasa . Rasa terbentuk dari refleksi keadaan di sekeliling diri manusia yang diterima panca indera, dan lalu diformulasikan oleh sinyal-sinyal otak, dan kemudian menghasilkan getaran yang disalurkan melalui syaraf-syaraf tubuh dan mengendap/bermuara di daerah syaraf simpatik dibelakang perut (istilah psikologi : otak perut) , yang kemudian hasil getaran-getaran itu dikenal dalam bahasa umum sebagai perasaan hati atau rasa. Jadi perasaan manusia bukan berpusat di organ hati secara biologis.

Dari uraian di atas, maka maslah orang bisa bersyukur atau tidak, sedih atau senang , merasa menderita atau bahagia, sesungguhnya hanya masalah sinyal-sinyal syaraf . Maka jika ada manusia yang hanya karena masalah problema ekonomi, percintaan dan sejenisnya lalu menjadi lupa daratan, ada yang bunuh diri, menderita bathin, menyesali hidup... adalah sangat ironis dan tidak adil dalam memperlakukan tubuh yang sudah banyak memberikan manfaat selama hidupnya. Jika konteks ini dibawa kedalam Norma atau Agama, tentu mudah kita katakan dengan bahasa "hidup adalah anugerah, hidup adalah cobaan, hidup mesti disyukuri, ingat hari pembalasan...DLL" . Tapi berdasarkan pengalaman yang ada , nilai-nilai luhur yang di ajarkan Agama tak selalu berhasil membimbing jalan hidup manusia dalam mengendalikan perasaan hatinya dalam hal-hal negatif tersebut diatas, hal ini tentu disebabkan karena faktor getaran rasa pada tubuh yang cenderung lebih kuat dan nyata mempengaruhi pikiran untuk bertindak , makanya suka ada kasus pencabulan di dalam pesantren oleh para santri bahkan kyai, hal itu terjadi taklain karena masalah rasa yang tak terkendali itu.

Itulah kenapa dalam point ini saya membahas masalah esensi rasa secara lebih detil, karena biarpun ada yang menganggap sepele, tapi kenyataannya msalah rasa inilah kekuatan terbesar yang menempel dalam diri manusia dan mengendalikan kehidupan manusia didunia ini. Rasa menentukan kehancuran atau kebangkitan nasib manusia.

So, buat teh manis dan lalu duduk manis , dan tanyakan saat itu juga kepada diri sendiri : "apakah saat ini aku sedang mensyukuri apa yang kumiliki dalam hidup ini, atau sedang menyesali..? ", jika jawabannya , saya "bersyukur", maka cari terus apa-apa yang memang selayaknya anda syukuri. Jika jawabannya "menyesali" , maka cari terus alasan mengapa dan mengapa anda menyesali sesuatu itu.

Sekian dulu artikel "Merasa Kaya - Memotivasi diri untuk selalu bersyukur " . Saya tulis ini karena termotivasi ada orang yang saya kenal kerjaanya tiap hari mengeluh terus, sampai saya bilang "kenapa Tuhan tidak menjadikan dirimu sebagai Ayam saja ya, sepertinya sia-sia Tuhan memberimu segala kesempurnaan tubuh, dan mental tapi tak pernah kau syukuri dan manfaatkan secara maksimal untuk berpikir dan bertindak" (dan syukur dia malah sadar dengan kalimat pedas yg saya ucapkan itu).

Semakin banyak uang semakin banyak masalah dan kesulitan - Prioritas kebutuhan hidup


Sebuah pertanyaan sederhana dan terdengar kuno "Apa tujuan hidupmu..?" , banyak orang yang mengerti pertanyaannya tapi sangat sedikit yang memahami jawabannya.

Apakah pertanyaan kuno itu penting untuk dimengerti dan dijawab dengan serius? Jawab : Penting atau tidaknya ada di dalam hati masing-masing orang. Pertanyaan "Apa tujuan hidupmu..?" tidak memiliki jawaban konkrit seperti halnya pertanyaan "apa yang dibutuhkan orang saat perut lapar, lalu di jawab:makanan" . Pertanyaan "Apa tujuan hidupmu..?" terkait erat dengan masalah menyusun prioritas kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, dan cara orang menyusun dan menempatkan prioritas kebutuhan terkait erat dengan kebahagiaan kesuksesan hidup seseorang. Jika salah dalam menyusun prioritas kebutuhan maka yang akan terjadi adalah seperti judul tulisan ini "Semakin banyak uang semakin banyak masalah dan kesulitan" - Chating dengan Tuhan Pertanyaan "Apa tujuan hidupmu..?" jika telah di sinkronkan dengan hati nurani, maka semua masalah yang dihadapi dalam perjalanan kehidupan akan selalu bisa di syukuri dan dinikmati dengan bahagia, tak peduli dengan esensi kegagalan maupun keberhasilan secara material. Apakah ada orang yang beranggapan uang adalah segalanya? , jika demikian maka saat uang tidak ada, maka segala hal juga akan tidak ada artinya termasuk diri orang itu. Kesenangan yang bersifat materi adalah sangat relatif, yang hanya merupakan reaksi sesaat dari apa yang ditangkap panca indera, contoh orang-orang kampung/pedesaan yang umumnya merasa senang menikmati suasana modern kota dan berbagai fasilitas mewah , di sisi lain banyak orang-orang kaya raya malah pergi ke gunung-gunung, hutan, pantai untuk memuaskan hatinya. Dan bagi yang bisa mencapai pertanyaan "Apa tujuan hidupmu..?" , maka dia akan mendapatkan sumber kepuasan dari dalam hatinya, dimanapun tempatnya di Planet Bumi ini, dia tidak akan mudah di dikte dan dipengaruhi keadaan sekitar.

Kalimat Mutiara Motivasi Sukses dan Kesuksesan Hari Ini


Sukses terletak pada mereka yang meraih sesuatu lebih dari diri mereka sendiri

Start Action - Setiap hari adalah waktu yang tepat untuk mengatakan pada diri kita sendiri "Biarkan petualangan dimulai"

Antusiasme tidak hanya menolong kita untuk meraih impian, namun juga membuat perjalanan kita semakin lebih menyenangkan.

Keseimbangan - Ibarat roda sepeda yang berputar, Setiap perputaran dari perjalanan kita memerintahkan kita untuk menjaga keseimbangan kita pada tahap perjalanan selanjutnya.

Keberanian akan tumbuh semakin kuat, bila kita membagikannya kepada yang lainnya

Senin, 03 Mei 2010

Ada 1001 peluang disekitar Anda


Teringat akan kata-kata pak Bob Sadino, “Ada 1001 peluang di sekitar Anda”. Dahulu saya pikir hal tersebut adalah sesuatu yang mengada-ada, bagaimana mungkin ada 1001 peluang ketika tidak satu pun terlihat bisa menjadi peluang bagi kita. Jika satu tidak ada bagaimana mungkin 100, 200 atau 1000? Sehingga sempat terpikir jika peluang itu hanya dapat ditemukan dengan keberuntungan dan sayangnya keberuntungan tersebut tidak pernah menghinggapi kita.

Dengan berjalannya waktu, sedikit-sedikit kata-kata tersebut memberikan bukti. Memang ada banyak peluang di sekitar kita, kita bisa menganggap peluang tersebut adalah sebuah masalah. Mengapa masalah bisa menjadi peluang? Sejauh yang kita ketahui masalah adalah sesuatu yang membebani kita. Masalah adalah sesuatu yang kita hindari dan tidak berguna untuk dihadapi.

Kita diberikan peluang untuk memecahkan masalah yang tidak banyak orang ingin memecahkannya. Dan sering kali ketika kita memecahkan sebuah masalah maka peluang itu menjadi sukses bagi Anda. Kalau diambil contoh seperti misalnya Bill Gates, Ia berusaha untuk memecahkan masalah tentang terbatasnya akses komputer di kalangan masyarakat karena mahal dan susah digunakan. Bill Gates memecahkan masalah dengan memanfaatkan personal computer yang berharga jauh lebih murah dari UNIX computer dan mengembangkan sistem operasi Windows yang mudah digunakan.

Bill gates adalah contoh sukses besar dalam pemecahan masalah. Di sekitar anda, mungkin Anda pernah melihat sukses-sukses kecil karena mereka berhasil memecahkan masalah. Contoh realnya bisa dilihat dari perkembangan alat-alat pertanian, alat-alat transportasi, alat-alat elektronik, dan alat-alat konstruksi. Semua itu karena mereka bisa memecahkan sebuah masalah.

Jadi bagi orang yang jeli, masalah adalah peluang bagi mereka. Namun disini bukan berarti kita menjadi orang yang suka membuat masalah, namun kita seharusnya adalah orang yang bisa memecahkan masalah. Dengan membiasakan diri untuk memecahkan masalah-masalah kecil maka kita akan terbiasa untuk menciptakan peluang.

Kita tidak harus memanfaatkan 1001 peluang disekitar Anda, tapi pilihlah beberapa yang sesuai dengan minat Anda dan kemampuan Anda saat ini. Jika Anda suka bunga Anda bisa mencari cara untuk membuat tanaman semakin semerbak dan semakin menarik. Jika Anda suka pelihara binatang, mungkin anda bisa mencari cara untuk menyembuhkan penyakit atau mungkin cara menernakannya. Jika Anda berhasil memecahkan masalah tersebut, anda bisa menjual ide tersebut bukan?

Keberuntungan yang disebutkan di paragraf satu sebenarnya bisa dilatih, sehingga kita bisa selalu dihinggapi keberuntungan. Artikel berikut memberikan penjelasan tentang Faktor keberuntungan yang dimiliki oleh beberapa orang.

Semoga artikel yang sangat singkat ini bisa memberikan pencerahan bagi Anda semua. Semoga anda bisa menemukan keberuntungan itu dan memanfaatkan peluang di sekitar Anda.